Jumat, 01 Mei 2015

12 Tips Menjaga Organ Reproduksi Wanita Dengan Tepat



Penyakit kanker rahim termasuk  jenis penyakit yang berbahaya. Penyakit ini adalah penyebab nomor satu kematian wanita di Indonesia. Tapi dengan pengetahuan tentang menjaga alat reproduksi  sekarang ini masih kurang, ini dikarenakan ada beberapa faktor, salah satunya yaitu budaya kita merasa kurang nyaman untuk membicarakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan seksual.
Organ intim ini sangat membutuhkan perhatian khusus untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya. Sebenarnya, untuk tetap menjaga organ reproduksi wanita tidak membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal, dengan cara yang sederhanapun dapat dilakukan.


Kehidupan wanita pada zaman sekarang ini kelihatan lebih modern terutama yang tinggal di perkotaan dengan jadwal yang begitu padat, aktifitas yang banyak, dapat membuat wanita kurang memperhatikan dan memahami kesehatan reproduksi itu sendiri. Padahal untuk menjaga kesehatan organ reproduksi sangat penting. Pada saat ini kebanyakan wanita lebih cenderung mengarah pemanfaatan teknologi dibandingkan dengan menjaga kebersihan dan kesehatannya itu sendiri

Sekarang ini ilmu  kedokteran sudah begitu maju dan canggih, tapi akan  lebih baik jika kita sendiri berusaha menjaga kesehatan reproduksi sedini mungkin, dari pada bergantung medical treatment, kerena kalau selalu tergantung, maka kesehatan reproduksinya akan kurang maksimal.


Banyak masalah yang kita hadapi ketika kesehatan organ reproduksi wanita terganggu, misalnya infeksi yang disebabkan oleh jamur, virus, atau bakteri bahkan kuman-kuman yang dapat menyebabkan radang panggul atau ada kelainan pada struktur organ reproduksi wanita

Berikut ini adalah 12 tips menjaga kesehatan organ reproduksi wanita:

1. Biasakan untuk selalu membilas alat kemaluan setiap selesai buang air kecil atau air besar, harus sampai bersih dan tuntas, yaitu dengan membasuh menggunakan air bersih secara berulang-ulang dari arah depan ke belakang setiap kali usai buang air kecil atau buang air besar. Banyak wanita yang kurang memahami hal tersebut, sehingga banyak yang cenderung membasuh organ intim dari belakang ke arah depan. Ini akan membuat bakteri atau kuman yang bersarang di daerah anus masuk ke liang miss v. Akibatnya, akan timbul rasa gatal di daerah miss v. Kemudian basuh dengan tissu sekali usap sebelum mengenakan celana dalam. Karena jika sekitar organ dibiarkan lembab, maka jamur akan tumbuh dengan mudah.

2. Selalu perhatikan jenis kertas tissu yang akan digunakan untuk membersihkan daerah miss v. Lendir dan air memang terserap dengan baik dan mudah oleh tissu. Namun tissu yang digunakan bisa saja terkena oleh kuman dan bakteri penyebab infeksi.

3. Gantilah celana dalam paling tidak sehari 2x, apalagi saat udara panas yang mungkin banyak keringat. Pastikan memilih celana dalam yang mudah menyerap keringat atau yang tidak menyebabkan kelembaban, misalnya katun.

4. Selalu hindari celana dalam yang terlalu ketat. Karena celana dalam yang terlalu ketat akan menekan otot-otot miss v  dan akan membuat suasana lembab, misalnya celana jeans, karena dapat memicu kelembaban dan memberi peluang jamur atau bakteri tumbuh subur pada area ini.

5. Sebaiknya gunakanlah air yang berasal dari kran jika anda berada di toilet umum, dan hindari penggunaan air yang berasal dari tempat penampungan karena menurut penelitian air yang ditampung ditoilet umum dapat mengandung penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

6. Hindari penggunaan obat-obatan seperti pantyliner beraroma (parfum) atau secara terus menerus setiap hari karena dapat menyebabkan gatal-gatal dan perih yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Pantyliner hanya dapat digunakan pada saat mengalami keputihan saja.

7. Selalu menggunakan pembalut dengan permukaan yang lembut dan kering sehingga tidak menyebabkan iritasi ketika anda sedang menstruasi. Selain itu gantilah pembalut sesering mungkin jangan sampai menunggu merasa risih. Pada saat aliran darah banyak, minimal 5-6 jam sekali pembalut diganti. Darah yang tertampung pada pembalut dapat dijadikan media tumbuhnya kuman atau bakteri penyebab infeksi.

8. Hindari penggunaan cairan khusus untuk pembersih organ intim secara rutin karena dapat mengganggu keseimbangan flora dalam miss v. Bila terlalu sering dipakai, justru akan membunuh bakteri baik dalam miss v, yang selanjutnya akan memicu tumbuhnya jamur. Akibatnya, timbul gatal-gatal di area organ intim. Membersihkan daerah alat reproduksi wanita dengan antiseptic setelah melakukan hubungan intim juga tidak diperkenankan, karena  akan membunuh sperma yang belum sempat membuahi sel telur.

9. Hindari hubungan seks pada waktu haid. Karena pada saat menstruasi dinding rahim cenderung lebih lunak sehingga dapat menyebabkan luka maupun iritasi pada kulit.

10. Rajin-rajinlah untuk memotong bulu di sekitar area kewanitaan karena apabila terlalu panjang akan menjadi sarang kuman. Namun apabila tidak ada bulu sama sekali, maka tidak akan ada yang melindungi atau menjaga organ kewanitaan dari kotoran. Memotong bulu kewanitaan memang dianjurkan , namun cukup dengan gunting dan tidak terlalu bersih. Kebersihan Sistem Reproduksi Wanita paling luar ini, harus selalu terjaga agar tetap dalam keadaan sehat

11. Hindari stres yang berlebihan dan beralihlah ke gaya hidup aktif dengan melakukan olahraga yang teratur dan konsumsi makanan seimbang.

12. Selalu perbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya serat serta antioksidan. Hal ini tidak hanya membantu mencegah infeksi yang disebabkan oleh jamur pada organ intim wanita, tetapi juga sangat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Image result for gambar kesehatan reproduksi